HUBUNGI KAMI : (0401) 322908, 324456

Sistem Aplikasi Satu Informasi Kesehatan

Dalam Sistem Kesehatan Nasional, pengelolaan kesehatan diselenggarakan oleh semua komponen banga Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pengelolaan kesehatan diselenggarakan melalui administrasi kesehtan, informasi kesehatan, sumber daya kesehatan,upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pengelolaan kesehatan dilakukan secara berjenjang di pusat dan daerah dengan memperhatikan otonomi daerah dan otonomi fungsional di bidang kesehatan.
Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu komponen penting yang memiliki andil terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Sistem informasi kesehatan yang dibangun diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat, tepat, dan cepat bagi perumusan kebijakan,perencanaan, dan pengambilan keputusan baik untuk manajemen unit/organisasi kesehatan maupun manajemen system kesehatan serta bagi kepentingan masyarakat. Sistem informasi kesehatn diselenggarakan berdasarkan asas kepastian hukum,itikad baik,kemanfaatan, tata kelola yang baik, ketersediaan data, ketepatan waktu, standarisasi, integrase,keamanan dan kerahasiaan informasi, dan netralitas teknologi.
Keberhasilan penyelenggaraan sistem kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh penyelenggaraan sistem kesehatan di daerah. Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan sistem kesehatan Nasional sangat tergantung dari keberhasilan Sistem Informasi Kesehtan Daerah (SIKDA) yang melekat pada sistem kesehatan daerah. Dengan demikian, keselarasan dan keterpaduan SIKDA sangat mendukung keberhasilan SIKNAS.Dalam Sistem Kesehatan Nasional, pengelolaan kesehatan diselenggarakan oleh semua komponen banga Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pengelolaan kesehatan diselenggarakan melalui administrasi kesehtan, informasi kesehatan, sumber daya kesehatan,upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pengelolaan kesehatan dilakukan secara berjenjang di pusat dan daerah dengan memperhatikan otonomi daerah dan otonomi fungsional di bidang kesehatan.
Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu komponen penting yang memiliki andil terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Sistem informasi kesehatan yang dibangun diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat, tepat, dan cepat bagi perumusan kebijakan,perencanaan, dan pengambilan keputusan baik untuk manajemen unit/organisasi kesehatan maupun manajemen system kesehatan serta bagi kepentingan masyarakat. Sistem informasi kesehatn diselenggarakan berdasarkan asas kepastian hukum,itikad baik,kemanfaatan, tata kelola yang baik, ketersediaan data, ketepatan waktu, standarisasi, integrase,keamanan dan kerahasiaan informasi, dan netralitas teknologi.
Keberhasilan penyelenggaraan sistem kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh penyelenggaraan sistem kesehatan di daerah. Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan sistem kesehatan Nasional sangat tergantung dari keberhasilan Sistem Informasi Kesehtan Daerah (SIKDA) yang melekat pada sistem kesehatan daerah. Dengan demikian, keselarasan dan keterpaduan SIKDA sangat mendukung keberhasilan SIKNAS.

Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi, jika dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada di dalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha yang berat dan harus dilakukan secara berkesinambungan. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu, merupakan prasyarat yang mutlak untuk mendapatkan sistem informasi yang terpadu.
Berkembangnya sistem informasi kesehatan sangat didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang signifikan memberi kontribusi bagi implementasi sistem informasi secara lebih professional, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan proses kerja terutamadi fasilitas pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan aliran data yang dapat meningkatkan ketersediaan data, kualitas data dan informasi kesehatan. Selain itu, pelayanan kesehatan juga tidak dibatasi oleh jarak dan waktu karena sejak tahun 1990-an, organisasi-organisasi kesehatan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi secara global dengan telekomunikasi melalui internet.
Dinas Kesehatan Kota Kendari merupakan perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah Kota Kendari. Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan, diperlukan data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat untuk membantu proses pengambilan keputusan dan kebijakan bidang kesehatan dengan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Informasi merupakan hal yan sangat penting bagi Dinas Kesehatan dalam pengambilan keputusan. Informasi ini diperoleh darin kumpulan data atau laporan yang dikirimkanoleh sarana pelayanan kesehatan yang berada dalam wilayah Kota Kendari, baik puskesmas maupun rumah sakit (pemerintah/swasta). Data di bidang kesehtan sampai saat ini belum tepat waktu dan keakuratnya pun dipertanyakan. Permasalahan ini sangat klasik karena dari dulu sampai sekarang belum teratasi. Kebutuhan akan data yang lengkap dan akurat merupakan tuntutan pada era sistem informasi. Dinas Kesehatan sebagai leading sektor di bidang kesehatan mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan layanan data yang berguna dalam perencanaan kesehatan daerah.
Lebih dari itu, dewasa ini implementasi teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya sebatas penyelenggaraan Sistem Informasi kesehatan tetapi telah diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi bahkan telah sampai pada tingkatan mentransformasi data capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan merupakan ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.
Dalam rangka penerapan SPM pada aplikasi satu informasi kesehatan, ada beberapa jenis pelayanan dasar pada SPM Kesehtan Daerah yang terdiri atas :

  1. Pelayanan kesehatan ibu hamil.
  2. Pelayanan kesehatan ibu bersalin.
  3. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir.
  4. Pelayanan kesehatan alita.
  5. Pelayanan kesehatan pada usia Pendidikan dasar.
  6. Pelayanan kesehatan pada usia produktif.
  7. Pelayanan kesehtan pada usia lanjut.
  8. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi.
  9. Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus.
  10. Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat.
  11. Pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan
  12. Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (Human Immunodeficiency Virus).

Jaringan sistem pelayanan kesehatan memerlukan sistem informasi yang saling mendukung dan terkait, sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat dapat diketahui, dipahami, diantisipasi dan di kelola dengan sebaik-baiknya. Kementerian Kesehatan telah membangun sistem informasi kesehatan yang disebut SIKNAS yang melengkapi sistem jaringan informasi kesehatanmulai dari kabupaten sampai ke pusat. Namun demikian dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, SIKNAS belum berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan demikian sangat dibutuhkan sekali dibangunnya sistem informasi kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sector kesehatan (antar program dan antar jenjang), dan di luar sector kesehatan, yaitu denga sistem jaringan informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat.
Sistem informasi yang ada saat ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Masing-masing program memiliki sistem informasi sendiri yang belum terintegrasi sehingga bila diperlukan informasi yang menyeluruh diperlukan waktu yang cukup lama.
2. Terbatasnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) di berbagai jenjang padahal kapabilitas untuk itu diras memadai.
3. Terbatasnya kemampuan dan kemauan sumber daya manusia untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi
4. Masih belum membudayanya pengambilan keputusan berdasarkan data/informasi
5. Belum adanya sistem pengembangan karir bagi pengelola sistem iinformasi, sehingga seringkali timbul keengganan bagi petugas untuk memasuki atau dipromosikan menjadi pengelola sistem informasi.
Berdasarkan kondisi tersebut, Reformer merencanakan mengambil Area Perubahan” Mewujudkan Sistem Pengelolaan dan Penyelenggaraan Data dan Informasi Terintegrasi Dalam Sistem Aplikasi Satu Informasi Kesehatan (SI ASIK)” Di Dinas Kesehatan Kota Kendari.

Tutup Menu